Awalnya
Aku yang terlalu memujinya..
Aku yang terlalu mengharapkannya..
Aku yang terlalu dekat dengannya..
Aku yang tak bisa meraihnya..
membandingkan dirinya dengan dia..
Hingga..
Kumasuki dia dengan setengah hatiku..
Kujalani hari bersama dia tanpa membuka mataku..
Berpegang pada satu alasan untuk berdiri disini.. Farmasi..
Dengan niat keyakinan dan harapan yang baik aku mengkontraknya.
Tanpa paksaan ataupun pelampiasan..
Kesedihanku bersamanya, hanya inovasi pengambil jalan..
Jalan yang lebih pasti untuk meraih mimpi yang lebih tinggi..
Walau kenyataannya..
Harapan aku bersamanya tak mudah kukubur
Dia yang tak mampu mengalihkan keinginanku..
Antara harapan dan kenyataan..
Semuanya bediri masing-masing dalam jiwa.
Saat aku bersama dia, jiwaku bersamanya..
Dia..
Tak berdiam diri membiarkanku sebelah mata memandangnya..
Satu per satu dia tunjukan kelebihannya..
Dia tak seburuk kukira
Namun dia pun tak sebaik kuduga..
Tapi..
Begitu berarti panah panah kelebihan yang dia tancapkan
Membuatku mengerti dan sadar
Inilah jalan terbaik untukku
Karena..
Setiap sekolah didirikan dengan kelebihan dan kekurangannya






0 comments:
Post a Comment